Lakukan Hal yang Tidak Kita Sukai

Beberapa hari lalu saya melakukan sesuatu hal yang sebetulnya saya sendiri mengira tidak akan melakukannya. Tapi mungkin sebagian orang akan bilang kalo hal yang saya lakukan kemarin sesuatu yang biasa saja. Saya juga tidak tau kenapa saya berniat melakukannya hahaha... cape ya bacanya kebanyakan kata "melakukannya" hahaha... Jadi gini, saya merupakan salah satu spesies manusia yang tidak suka menonton film bokep horor.

Saya pernah menonton film horor di komputer dan itu pun harus ditemani teman. Saat menonton pun saya sengaja tidak fokus dengan adegan-adegannya, karena saya takut melihat penampakan horor dan efek musik yang super duper menyebalkan. Seperti yang kalian tau, efek musik di film horor itu bisa membuat jantung rasanya ingin salto. Seperti contohnya, misalkan si artis sedang berjalan pelan di lorong yang gelap tanpa backsound sama sekali pun, tiba-tiba efek musik dengan bunyi "DEEEEEEENNNNNGGGGGG" keluar dengan kerasnya. Itu hal yang menyebalkan menurut saya.

Tapi setelah sekian lama menyiapkan mental yang cukup, saya memutuskan untuk berani mengungkapkan perasaan ini ke dia menonton film thriller horor yang baru keluar di bioskop kesayangan anda *korban iklan*. Awalnya hanya iseng-iseng liat film-film terbaru di website xxi. Nah dari situ timbul sebuah pikiran untuk melakukan sesuatu yang sebetulnya tidak saya sukai.

Ada satu film thriller horor berjudul Amityville : The Awekning 2017. Menurut informasi dari mbah Google, kalo film ini merupakan film ke 17 dari Amityville saga. Jadi sudah banyak film yang  menceritakan horornya kisah amityville. Untuk informasi lengkap mengenai film ini, kamu bisa langsung cek di mbah Google, jangan jadi orang males, budayakan cari dan baca hahaha...

Saya menonton film ini pada hari selasa, karena tarif nonton di weekday sangat murah dibandingkan weekend. Saya pun juga tidak mau mengeluarkan uang terlalu banyak hanya untuk menonton film yang saya sendiri tidak menyukainya hahaha... Tapi di sini nontonnya tidak sendiri ya, walaupun saya mencoba untuk challenge diri sendiri.

Tapi mental saya belum siap untuk menonton film horor sendirian. Saya mencoba untuk mengajak salah satu teman kampus untuk menemani. Karena nonton via komputer dengan layar yang hanya berukuran 20 inc saja saya sudah ketakutan, gimana dengan layar yang ukurannya hampir menyamai rumah pemilik kosan saya ini. Ngeriii dah pokonya.

Setelah melakukan chat yang lumayan panjang hingga berhari-hari *lebay*, akhirnya dia mau menemani. Dari situ saya mulai menyiapkan mental, tenaga dan juga pikiran hahaha... Kami janjian jam 19.00 sudah berada di bioskop. Namun karena kemacetan jakarta yang sungguh tidak masuk akal, membuat saya telat dari waktu yang telah direncanakan.

Berangkat dari kantor pukul 18.30 dengan harapan pukul 19.00 sudah sampai, karena saya merasa tempatnya tidak terlalu jauh dan film yang akan kami tonton mulai pukul 19.15. Jadi kemungkinan waktu setengah jam cukup untuk melakukan perjalanan mencari jati diri ini hahaha...

Namun semua tidak sesuai dengan harapan, saya sampai di bioskop pas banget dengan waktu mulainya film. Setelah sampai di bioskop, saya dan teman langsung menuju loket pembelian tiket. Tiket sudah terbeli dan kami pun masuk. Ternyata sampai di dalam, film belum dimulai.

Yaaaaa seperti yang kalian tau lah, kalo di bioskop ada beberapa iklan dulu yang ditayangkan atau beberapa trailer film terbaru yang nantinya akan tayang juga di bioskop kesayangan anda *korban iklan*. Dengan nafas masih putus nyambung putus nyambung akibat harus buru-buru dari parkiran menuju bioskop, saya malah semakin mendapatkan tekanan dari film horor ini. Padahal filmnya belum mulai ini loh -__-

Selang beberapa menit setelah kami duduk, film pun dimulai. Dari sini saya sudah siap siaga dengan semua konsekuensi yang akan diterima nantinya. Handphone, topi dan tas sudah siap dalam genggaman dan dekapan, bila tiba-tiba sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Jadi saya bisa dengan mudah mengangkat topi dan tas untuk menutupi pandangan saya pada layar bioskop, atau mencoba bermain hape untuk mengalihkan saya dari film tersebut untuk beberapa saat (maksudnya dari adegan-adegan yang menyeramkan).

Hal yang paling saya tidak suka pada film horor yaitu efek musiknya. Bayangkan saja, di film ini ada adegan dimana si aktris sedang melihat-lihat rumah baru yang ingin ia tempati nantinya. Saat musik di film sunyi atau tidak ada, hanya suara nafas dan hentakan langkah kaki dari si aktris, tiba-tiba ada suara benda yang tidak jelas namun menakutkan dari sisi lain.

Saat si akris mencoba melihatnya, ternyata itu hanya anjing peliharaannya yang sedang garuk-garuk badannya, ditambah efek musik yang cukup membuat saya kaget. Kan kesel ya, udah kebawa suasana dengan gerakan slow motion melangkah si aktris saat akan melihat suara tidak jelas tersebut, tiba-tiba yang dilihat hanya seekor anjing peliharaanya saja. Padahal di bayangan saya, ini mungkin hantunya, tapi ternyata tidak -__-

Jujur saat menonton film horor ini, saya tidak fokus pada semua adegannnya. Saat scene di film berubah menjadi malam hari, saya mencoba mengalihkan pandangan, namun setelah menjadi pagi atau siang hari, saya mulai fokus kembali menononton hahaha... malkum belum terlalu siap mentalnya. Tapi ternyata, tanpa sadar saya lama-lama berani untuk melihat adegan-adegannya tanpa saya harus mengalihkan pandangan saya. Yaaaa walaupun masih kagetan kalau ada adegan yang setannya mucul tiba-tiba ditambah sound efeknya yang super nyebelin. Tapi setidaknya saya tidak perlu cape-cape  mengangkat tas dan topi yang beratnya mencapai 2 ton, untuk menutup pandangan saya dari film.

Beberapa jam telah kami lewati di dalam bioskop dengan rasa tegang, yaaaa walaupun saya doang sebetulnya yang tegang. Tapi setelah menonton film tersebut, saya merasa lega. Lega dalam arti saya sudah melewati penderitaan karena harus dibuat was-was terus di setiap adegan filmnya, dan lega karena saya sudah mulai berani mencoba mengalahkan ketakutan saya terhadap film horor. Ya walaupun ibntinya masih ditemani oleh salah satu teman saya. Karena memang sudah niatan dari awal, saya ingin memberikan challenge kepada diri sendiri, dengan melakukan hal yang saya sendiri tidak menyukainya.

Dari situ saya sadar, bahwa ternyata melakukan hal tersebut sangat perlu juga untuk kita. Jangan sampai kita hanya nyaman melakukan hal-hal yang kita sukai dan mengabaikan yang tidak kita sukai. Tapi sebelum melakukannya, kita pahami dan analisa terlebih dahulu. Apakah hal yang tidak kita sukai ini, bila kita lakukan akan banyak merugikan kita atau tidak? Contohnya dari kasus saya saja.

Saya tidak suka menonton film horor, tapi saya mencoba untuk menontonnya. Sebelum saya melakukannya, saya pahami dahulu, kerugian apa yang akan saya dapatkan nantinya. Ternyata setelah di analisa, untuk kerugian yang saya terima nantinya tidak banyak. Jadi saya mencoba untuk melakukannya. Kalian pun bisa melakukan hal yang sama, cobalah melakukan hal yang tidak kalian sukai. Challenge diri kalian, namun jangan lupa untuk menganalisanya terlebih dahulu sebelum melakukannya.

Oya, kalau mau ngajak saya nonton film horor boleh kok, tapi bayarin saya ya hahaha... Jadi mulai sekarang cobalah lakukan sesuatu yang baru, asalkan itu masih pada zona positif. Terus improve diri  kalian dan selalu jadi kreatif.

Sumber image : pexels
Share:

2 comments:

  1. Kalau gw ogah gan suruh nonton horror. Takut heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha dicoba aja dulu ka, siapa tau nanti jadi suka.

      Delete

Copyright © panji | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com