Jangan Mudah Menilai Seseorang #2

Saat itu saya sedang berada di salah satu mall di jakarta selatan. Mulai sore hari hingga malam saya berada di sini. Karena kebetulan tidak ada aktivitas, jadi hari sabtu saya habiskan di mall bersama dengan teman-teman. Hanya duduk, mengobrol dan makan yang kami lakukan. Sisanya kami menikmati lagu-lagu yang dibawakan oleh penyanyi di atas panggung.

Ya kebetulan di mall ini, terdapat panggung yang cukup besar dengan mini konser yang diselenggarakan setiap harinya.

Ada hal yang membuat saya harus merenung saat itu. Ketika grup band di atas panggung bergantian dengan grup lainnya. Saat itu saya melihat vokalis grup yang baru akan naik kepanggung tersebut, memiliki dandanan yang sangat mencolok (nyentrik). Dengan rambut panjang gimbalnya, ia dan teman bandnya memakai baju berwarna merah dan celana hitam panjang lengkap dengan sepatu ala penyanyi rock.

Awalnya saya sempat ragu. Kemungkinan dia hanya menjual penampilan saja. Dan suaranya akan sama seperti penyanyi-penyanyi sebelumnya. Sedikit informasi, band-band sebelumnya memiliki vokalis yang suaranya menurut saya tidak terlalu bagus, namun masih enak untuk didengar. Bukan saya sombong, namun begitu lah penilaian saya dari sudut pandang penikmat.

Kita sebut saja vokalis dengan rambut gimbalnya ini sebagai bang botak. Karena rambut gimbal dia hanya di bagian belakang dan bagian depannya botak (tidak ada rambut). Belum lagi dia memiliki badan besar, kulit coklat gelap dan tampang yang menurut saya kurang tampan untuk ukuran seorang vokalis band.

Namun penilaian saya berubah drastis ketika dia menyanyikan sebuah lagu. Dia memiliki suara yang bagus dengan gaya rock dan campuran reggea di dalamnya. Saya semakin suka saat bang botak menyanyikan salah satu lagu dari Michael Learn To Rock. Suaranya sangat pas dengan lagu yang dinyanyikan. Itu merupakan pemilihan lagu yang tepat.

Asik menikmati suara bang botak. Kemudian saya teringat akan hal dimana saya sempat meragukan kualitas suaranya dalam bernyanyi.

Dari kejadian tersebut. Saya malu akan diri saya sendiri. Saya terlalu cepat menilai bang botak dari penampilannya saja. Tapi tidak melihat akan kualitas yang dia punya di dalam dirinya. Walaupun bang botak tidak tahu bahwa saya sudah meragukan dirinya, namun saya tetap sangat malu.

Itu merupakan pembelajaran untuk saya. Bahwa kita sebagai manusia biasa jangan terlalu cepat menilai seseorang dari penampilan atau luarnya saja. Kenyataannya saat kita melihat seseorang yang menurut kita dari sisi luar tidak baik, bukan berarti kita lebih baik darinya.

Sebagai orang yang baru melihatnya, saya boleh saja menilai bang botak seperti itu. Karena saya memiliki hak akan itu. Tapi tidak baik juga terlalu cepat menilai dia (bang botak) yang belum saya kenal, tanpa menjalin hubungan yang lebih dekat.

Karena kenyataannya kualitas suaranya sangat bagus dan saya belum tentu memiliki suara sebagus bang botak.

Jadi, jangan lah terlalu cepat menilai seseorang, yang mana orang yang baru kita temui belum dekat dengan kita. Karena walaupun orang-orang yang baru kita temui di hidup ini, penampilannya kurang baik, perkataannya kurang sopan, perilakunya kasar atau hal negatif lainnya.

Bukan berarti dia tidak memiliki sisi positif di dalam dirinya dong. Karena setiap manusia memiliki hal negatif dan hal positif pada dirinya. Sebagai contoh bang botak tadi. Penampilannya mungkin memang sedikit menyeramkan, tapi sisi positifnya dia memiliki suara yang bagus.

Belum lagi saya baru melihatnya tanpa mengajaknya berbicara. Mungkin bang botak orangnya asik bila menjadi teman bicara atau hal-hal postif lainnya yang dia miliki.

Namun saat kita sudah dekat dengan orang yang baru kita kenal, dan ternyata banyak hal yang membuktikan bahwa dia kurang baik. Bukan berarti kita langsung menilai seperti itu. Karena setiap orang mempunyai sisi baik dan buruknya. Dan belum tentu kita lebih baik dari orang tersebut.

Kita harus membiasakan berpikiran positif dan tidak terlalu cepat menilai seseorang. Terutama saya pribadi, apalagi setelah kejadian di atas. Ini merupakan pengiangat untuk saya agar tidak lagi seperti itu kepada orang lain yang baru saya kenal, maupun orang yang sudah saya kenal. Semoga kalian tidak seperti itu juga. Jadi jangan menilai seseorang tanpa alasan pasti.

Sumber image : pexels
Share:

1 comment:

Copyright © panji | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com