Kegiatan di Tahun 2018

Sepertinya sudah lama sekali saya tidak membuat artikel. Setelah sok sibuk dari semua kegiatan yang sebenarnya tidak tahu itu berfaedah atau tidak, akhirnya saya tercerahkan untuk membuat artikel kembali. Kalau diingat-ingat, artikel terakhir itu akhir Maret tahun ini.

Saya akui, memang di tahun 2018 merupakan tahun yang membuat saya lebih sibuk dari tahun-tahun sebelumnya. Ada saja kegiatan baru yang saya lakukan. Dari yang bermanfaat hingga yang tidak bermanfaat pun ada.

Tapi saya bersyukur, karena sebenarnya lebih banyak hal bermanfaat yang saya lakukan di tahun 2018. Mulai dari saya membuka usaha kecil-kecilan bersama teman SD dan teman kerja, melakukan acara berbagi di bulan Ramadan bersama teman kuliah, dan masih banyak lagi lainnya.

Banyak hal baru yang saya lakukan di tahun 2018, dan tentunya memberikan saya pengalaman serta ilmu baru pula. Namun yang paling banyak menyita perhatian saya yaitu usaha yang saat ini sedang saya jalankan bersama teman. Mungkin untuk detailnya akan saya bahas di artikel selanjutnya, sekalian promosi juga hehehe

Jadi ternyata membuka usaha itu tidak semudah yang dipikirkan dan tak seindah yang saya lihat. Butuh ekstra tenaga, pikiran dan waktu untuk menjalaninya. Berawal dari saya bersama teman yang menyediakan jasa untuk pembuatan pop up art, yang nantinya hasilnya dapat digunakan untuk kado atau hadiah spesial ke orang.

Di sini, posisi saya sebagai orang yang mempromosikan jasa tersebut. Sedangkan teman saya sebagai orang yang mengeksekusi permintaan dari pelanggan. Saya akui ini merupakan usaha kecil dibandingkan dengan mereka yang melakukan usaha dengan modal berjuta-juta atau bahkan bermiliar-miliar rupiah.

Namun bukan berarti saya menyempelekan dan berpikiran "kalau ada yang pesan jasa ini alhamdulillah, kalau tidak ya yaudah", tidak seperti itu. Saat memulai usaha ini, saya berniat untuk serius menjalaninya. Karena hal ini merupakan sesuatu yang baru saya lakukan dan yakin nantinya akan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat.

Seperti yang yang sudah dijelaskan di atas, butuh ekstra tenaga, pikiran dan waktu. Karena saya harus memikirkan strategi saat menjalankan usaha ini. Beberapa contohnya seperti memilih tempat untuk print yang murah dan berkualitas, karena pada dasarnya pop up art ini yaitu design gambar yang nantinya di print di kertas yang cocok kemudian dibingkai. Lalu membuat harga yang cocok untuk nantinya dipasarkan. Setelah mendapatkan harga,  bagaimana cara saya memilih target market, kemudian setelah itu saya promosikan diberbagai social media dan teman, dan masih banyak lagi. Belum lagi usaha warung saya bersama teman, itu lebih menguras tenaga.

Jujur semenjak memulai usaha, waktu untuk bermain saya menjadi berkurang. Apalagi menjalankan usaha warung ini. Oya nama warungnya itu Rakjat Boeka Waroeng (RBW). Sebelumnya, bila malam hari saya diajak berkumpul bersama teman saya yang lain untuk bermain, saya pasti bisa datang. Tapi tidak setelah warung ini berjalan. Sehabis pulang kerja dan kuliah, saya harus datang ke warung guna memantau perkembangannya dan itu saya lakukan setiap hari. Hampir tidak ada waktu untuk saya bermain. Bahkan waktu tidur saya pun berkurang.

Banyak sekali hal yang harus dikorbankan saat usaha sudah berjalan. Bahkan, saya jadi jarang berkumpul bersama komunitas Blogger Jakarta karena kesibukkan ini. Jadi teruntuk ketua dan pengurus yang lain, saya minta maaf ya kalau jarang sekali kumpul dan kurang memberikan konstribusi hehehe

Namun saya sangat bersyukur, walaupun banyak yang harus dikorbankan. Baik itu tenaga, pikiran dan waktu. Saya mendapatkan pengalaman baru, sebuah pengalaman yang mungkin tidak akan didapat bila saya tidak melakukannya dan hanya merencanakannya saja. Karena dari waktu saya masih sekolah (SMK) dulu, sudah banyak usaha yang saya rencanakan bersama teman, tetapi belum ada satupun yang terealisasikan. Hingga akhirnya di tahun 2018 ini, semua dapat menjadi kenyataan.

Karena saya tahu sukses itu tidak mudah, semua butuh proses. Seperti Eiichiro Oda sebagai pengarang sekaligus pangeran One Piece, dia harus merelakan waktu tidurnya berkurang dan hanya dapat menikmati tidur 3 atau 4 jam dalam sehari. Tetapi semua itu terbayarkan karena manga One Piece menjadi serial manga yang sangat populer di Jepang. Jadi saya semakin yakin bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha, dan itu sudah terjadi tidak hanya pada Eiichiro Oda, tapi pada orang-orang sukses di seluruh dunia.

Memang untuk saat ini, usaha-usaha yang saya jalani belum terlihat hasil besarnya. Maka dari itu, selalu positif, percaya dan konsisten yang harus selalu ada dalam diri saya. Positif dan percaya bahwa semua yang saya lakukan akan sukses dan konsisten dalam melakukan hal-hal produktif tersebut, agar sukses pula nantinya. Karena saya percaya dari semua hasil-hasil kecil yang saat ini diterima, akan memberikan hasil yang besar setelahnya. Karena sesuatu yang besar terjadi dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu.

Sumber image : pexels
Share:

7 comments:

  1. ini tombol likenya ada di sebelah mana ya mas panji? :-)
    semoga aku ketularan mulai punya usaha kayak mas panji aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa like Google+ saya mas di bawah :)
      aamiin mas Faqih :)
      Tapi kayanya terlalu keren ya kalau sebutnya usaha, sebut aja "dagang" mas :)

      Delete
  2. Curhatan mas nya kenapa jadi sibuk wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha sebetulnya sok sibuknya dari dulu mbak :D

      Delete
  3. Dalam membangun sebuah usaha dari awal memang sulit, terlebih lagi jika kita tidak memiliki ilmu dagang yang berlebih, apalagi kalo kita masih menjadi karyawan perusahaan pasti semakin susah buat 100% membangun usaha kita.

    ya saya sih hanya bisa membantu saran sesuai pengalaman aja, kalo memang kita benar-benar niat ingin membangun sebuah brand yang berpotensi menjadi besar, kita harus berani ambil keputusan kuat seperti stop jadi karyawan dan fulltime menjadi seorang pebisnis online maupun offline.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali mas, bila ingin hasil yang maksimal, kita memang harus berani melangkah dan berani mengorbankan sesuatu yang lebih seperti keluar dari perusahaan, kemudian mengembangkan bisnis kita sendiri.

      Terima kasih atas sarannya mas :)

      Delete
  4. Beda bngat ya generasi millenia dengan generasi sebelumnya. Lebih suka buka usaha dibanding kerja kantoran. Semoga sukses lah usahanya

    ReplyDelete

Copyright © panji | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com