Pesan Tersembunyi dari Final Piala Eropa 2016

Apakah kalian suka menonton pertandingan sepak bola? Atau bahkan kalian sangat suka bermain sepak bola? Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa mayoritas laki-laki di dunia sangat menyukai cabang olahraga yang satu ini. Yaaaa walaupun gak semuanya juga sih.

Olahraga yang mengajarkan untuk selalu dapat bekerjasama dengan orang lain, merupakan sesuatu yang sangat asik untuk dilakukan. Di dunia ada beberapa pertandingan besar yang selalu diadakan setiap tahunnya, seperti UEFA Championship, Copa America, Piala Eropa, Copa Libertadores dan Piala Dunia yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali

Banyak momen penting yang terjadi selama pertandingan besar tersebut. Ada satu hal yang tidak dapat saya lupakan dan dapat dijadikan sebagai pembelajaran yaitu ketika putaran final piala Eropa. Ada yang masih ingat pertandingan final piala Eropa tahun 2016 lalu?

Piala Eropa ini diselenggarakan pada tanggal 11 Juni hingga 11 Juli 2016 lalu. Kompetisi yang diikuti oleh 24 negara, menjadikan Perancis sebagai tuan rumah dan mempertemukan 2 negara besar Eropa di putaran final yaitu Perancis dan Portugal pada hari Senin (11 Juli 2018), dini hari.

Pada final tersebut, Portugal berhasil menjadi juara karena unggul dari tuan rumah Perancis dengan skor 1-0 lewat perpanjangan waktu, di Stade de France. Namun yang membuat menarik dari pertandingan ini adalah ketika captain sekaligus pemain yang menjadi andalan tim Portugal, Cristiano Ronaldo mengalami cidera dan terpaksa tidak dapat melanjutkan pertandingan dari pertengahan babak pertama hingga pertandingan usai.

Hal ini disebabkan karena dia (Ronaldo) berbenturan dengan gelandang Perancis, Dimitri Payet. Tapi dengan kerja keras, kerja sama, kepercayaan diri dan kebanggaan terhadap negara, membuat tim Portugal dapat menjadi juara di piala Eropa tanpa pemain andalan mereka.
Dari pertandingan ini, Portugal mengajarkan kita bahwa kehilangan seseorang yang penting dalam hidup itu bukan akhir dari segalanya. Seperti contoh di atas, walaupun Portugal kehilangan pemain andalan, mereka tetap bisa menjadi juara.

Sama halnya dengan kita, apabila kita kehilangan seseorang yang sangat penting, sangat berharga, sangat kita sayangi dalam hidup kita, jangan lah bersedih. Namun tetap tenang dan selalu berpikir positif, kemudian lakukan hal-hal baik yang berguna. Agar nantinya kalian bisa membuktikan bahwa kalian mampu dan bisa lebih baik tanpa dia.

Jika dia sudah pergi, maka biarkan saja. Fokuslah pada diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Saat dia pergi, janganlah berharap dirinya akan kembali kepadamu. Karena pada umumnya jika berharap pada manusia, akan selalu diikuti oleh kekecewaan. Toh, kalau dirimu menjadi lebih baik dari sebelumnya dan dari sekarang, dia akan menyesal nantinya.

Carilah sesuatu yang lebih bermanfaat untuk dilakukan, dibandingkan harus mengasihani diri dan memikirkan masalah yang kalian hadapi saat ini bersama dirinya. Karena pada suatu masalah yang datang, terdapat banyak jalan keluar yang kita sendiri belum dapat menyadarinya.

Cukup dengan tenang, berpikir positif dan melakukan hal-hal yang bermanfaat, maka kalian akan menemukan semua jalan keluar itu. Move on lah dari hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri, kemudian berusaha untuk move up. 
Share:

7 comments:

  1. Kalimat penutupnya keren, tentang move on dan di awal juga ada pembahasan kerja sama

    ReplyDelete
  2. yang saya kecewa, kroasia kok kalah telak 4-2

    ReplyDelete
  3. Kesel juga, Ronaldo harus cidera dulu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sedih banget pake ada drama cidera segala ya

      Delete
  4. Kehilangan seseorang yang penting dalam hidup itu bukan akhir dari segalanya, karena hidup terus berjalan. Maka jalan satu-satunya adalah dengan move on dan sesekali menengok belakang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali mas. Karenayang terpenting itu adalah bangkitnya kita

      Delete

Copyright © panji | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com