Cerita Bagian 1 : Perkenalan (Awal Mula)

Panji Saputro
Bagaimana saya memulainya ya.

Mungkin kita bisa flashback dari tahun lalu. Di tahun 2019, sebenarnya tidak ada apa-apa, tidak ada hal spesial atau sesuatu yang bisa dibanggakan.

Hmm.. tapi bentar deh.

Sepertinya ada satu hal yang bisa saya banggakan, yaitu kelulusan saya sebagai sarjana ekonomi.

Mungkin hanya itu saja.

Karena kalau diingat kembali, tidak ada lagi hal yang membanggakan di tahun 2019, kecuali lulus dengan IPK cukup tinggi dan disambut dengan rasa bangga dari seorang ayah yang belum bisa membiayai anaknya untuk kuliah.

Lalu bagaimana saya bisa kuliah hingga lulus, kalau bapak saja tidak bisa membiayai kuliah?

Sebelum saya lanjutkan, mungkin kita harus sepakat terlebih dahulu, di sini ayah saya kita sebut saja "Bapak".

Lanjut...

Tapi sebelumnya perkenalkan,

Saya panji saputro, teman-teman saya sering memanggil dengan sebutan panji. Saya merupakan anak tunggal dari dua orang tua yang biasa-biasa saja.

Lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan pada tahun 2012. Saat itu, saya lulus tanpa ada kehadiran Ibu. Ya bisa dibilang momen bahagia yang diselimutin dengan kesedihan.

Kenapa Ibu saya tidak hadir?

Beliau tidak hadir bukan karena harus mengikuti acara arisan dengan Ibu-Ibu di kampung, atau pergi tamasya dengan Ibu-Ibu PKK.

Beliau telah meninggal.

Tepat ketika saya akan naik ke kelas 2 SMK bulan Desember tahun 2010. Beliau meninggal dunia dini hari ketika saya sedang tidur lelap di rumah seorang diri.

Hingga di pagi harinya saya mendapat kabar kalau beliau sudah..... ya sudah meninggalkan dunia ini.

Di saat itu lah saya mulai tinggal berdua dengan Bapak.

Setelah lulus SMK, saya sempat tinggal di rumah saudara saya. Namun karena merasa tidak enak karena harus menumpang, akhirnya saya memutuskan untuk menyewa sebuah kamar kos di DKI Jakarta.

Bulan pertama, sewa kos saya ditanggung oleh Bapak. Karena disitu saya belum bekerja.

Namun beberapa bulan setelah saya mendapatkan pekerjaan, akhirnya sewa kos patungan dengan Bapak hehehe

Jadi setengah-setengah gitu. Ya maklum kan baru kerja dan penghasilan belum seberapa. Tapi tidak lama kok, saya akhirnya bayar sendiri.

Sempat berpindah-pindah tempat kerja. Akhirnya saya singgah di salah satu perusahaan digital marketing dari tahun 2014 hingga saat ini.

Di tempat kerja inilah awal mula kenapa saya memulai untuk kuliah.

Saya memulai kuliah tanpa sepengetahuan Bapak. Karena saya tau Bapak gak akan bisa bantu untuk membayar biaya kuliah tersebut.

Hingga saat sudah semester dua atau tiga saya lupa, saya beritahu ke Bapak kalau saya kuliah.

Yaaaaaaa... walaupun sebenarnya saya gak tau apa alasan saya kuliah. Tapi yaudah, udah terlanjur nyemplung dan bayar mahal. Jadi dilanjut kuliahnya hingga saya lulus di bulan Desember tahun 2019.

Sepertinya perkenalannya cukup itu saja. Sudah lama saya tidak membuat artikel yang menceritakan mengenai diri saya sendiri.

Karena selama saya bergabung dengan komunitas blogger, ada saja job membuat artikel untuk client. Jadi jarang membuat sesuatu yang sifatnya pribadi seperti ini.

Mungkin rtikel ini akan menjadi awal saya bercerita mengenai kehidupan yang saya rasakan kedepannya.

Semoga banyak hal-hal menarik dan positif yang bisa saya utarakan di blog ini. Sehingga saya bisa berkembang dan terus maju menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Sepertinya cukup sampai di sini perkenalannya. Oya karena artikel kali ini saya mengenal diri saya.

Jadi artikel kali ini saya kasih judul "Cerita Bagian 1 : Perkenalan (Awal Mula)"
Cerita Bagian 1 : Perkenalan (Awal Mula)