Jumat, 31 Desember 2021

Suara Hati Meri, Ingin Pemiliknya Lebih Berwarna dengan Laptop ASUS OLED

Suara Hati Meri, Ingin Pemiliknya Lebih Berwarna dengan Laptop ASUS OLED

ASUS OLED


Seperti biasa, pagi itu terasa dingin dan ia pun berupaya bangun dari tidur lelapnya. Kemudian melangkahkan kaki dari kasur, untuk menuju meja kerja favorit. Letaknya memang tidaklah jauh, persis berada di sebelah kamar tidur ia dan istri. Hanya beberapa langkah saja sudah bisa sampai. Sembari menenggak air mineral di botol kesayangan, ia memulai aktivitas rutin dari pagi hingga terbenam matahari, yakni bekerja.


Oya, sebelumnya aku belum memperkenalkan siapa orang yang kumaksud. Dia adalah Panji Saputro, salah satu tokoh selain diriku, yang akan aku ceritakan kali ini. Panji merupakan pekerja yang juga menekuni dunia penulisan dan menuangkannya di beberapa platform. Kebetulan, pekerjaan utamanya masih berhubungan erat dengan dunia literasi. Di mana harus mengejar berita dan terus membaca informasi terkini di dunia maya.


Kendati demikian, banyak kendala yang dirasakannya selama beberapa tahun belakangan ini. Maklum saja, usia laptop yang digunakan sudah tidak lagi muda. Sudah cukup lama menemani pemiliknya mulai dari waktu kuliah, hingga lulus mengenakan toga. Sempat kudengar keluhannya ketika masalah datang menghampiri.


"Sial, kenapa layarnya mati tiba-tiba? Perasaanku dari tadi baik-baik saja," ucapnya geram ketika menghadapi masalah laptop yang layarnya mati mendadak.


"Seandainya sudah ada cukup dana, kuganti kau."


Setiap kali kendala laptop yang digunakannya kumat, dialog seperti itu sudah menjadi pola kalimat yang dilontarkannya dengan fasih.  Padahal sebelumnya, ia sudah meningkatkan performa dengan menambah jumlah RAM dan mengganti perangkat penyimpanan, yaitu HDD menjadi SSD. Secara kinerja memang menjadi lebih cepat, tetapi kendala lain di layar belum bisa teratasi. Mungkin salah satu caranya dengan mengganti LCD atau membeli baru.


Lalu bagaimana denganku? Aku sendiri bernama Meri, yang memiliki kepanjangan Merah Berani. Aku adalah nama laptop yang digunakan Panji untuk bekerja dan beraktivitas online lainnya. Tugasku di sini, ingin menceritakan perjuangannya yang sabar dengan segala kekuranganku. Sekaligus mengungkapkan keinginanku, untuk kehidupan yang lebih berwarna dan bahagia baginya.


Panji Saputro


Panji Saputro


Sebenarnya impianku cukup sederhana, yaitu memberikan pengalaman terbaik bagi Panji dalam aktivitasnya bekerja dan berkarya. Tidak sulit kan? Memangnya sebuah laptop tidak boleh memiliki mimpi yang bermakna untuk pemiliknya? Aku mengerti bahwa keadaanku sudah tidak lagi memungkinkan bagi kegiatannya yang cukup ekstrim.


Tidak hanya digunakan delapan hingga sembilan jam bekerja, tetapi juga berkarya. Dalam hal apa? Panji menggunakannya sebagai sarana membuat tulisan di blog pribadinya, yakni panjisaputro.com. Termasuk konten di situs lain yang ia miliki yaitu bahasgame.id dan pembuatan materi di media sosial serta channel Youtube Bahas Game ID.


Sebenarnya aku ragu dapat memberikan tampilan yang berkualitas. Mengingat dirinya kerap mengedit foto dan video. Aku bisa saja melibas perangkat lunak editing foto tersebut. Aku bisa saja mendobrak performa ketika Panji melakukan proses editing video. Hanya saja, tampilan yang kuberikan, pasti tidak sesuai dengan seleranya. Baik dari segi warna hingga kualitas layarku. Kabar baiknya, ia masih bisa bersabar hingga nanti waktunya tiba. Iya, waktu ketika Panji memiliki penggantiku.


Aku hanya ingin ia dapat mengedit foto maupun video sesuai dengan keinginannya. Bahagia rasanya ketika melihatnya tidak lagi geram dengan kelakuanku yang tiba-tiba memadamkan layar, yang entah aku pun tak tahu mengapa hal tersebut dapat terjadi. Karena semua terjadi secara otomatis, bukan perintah langsung dariku.


Namun kekhawatiran pun mencuat kepermukaan, ketika bingung siapa yang mampu menggantikan keberadaanku. Aku tidak ingin laptop baru tersebut nanti malah semakin menyusahkannya. Tidak, tidak lagi. Cukup aku saja yang pernah membuatnya murka.


Panji Saputro


Panji Saputro


Bagi yang belum mengetahui, Panji merupakan orang dengan beragam aktivitas yang cukup menyiksaku. Sejak ia memutuskan menggarap konten game untuk website, konten media sosial seperti Facebook dan Instagram, serta pembuatan video untuk ditayangkan di YouTube, aku berupaya keras mengikuti kegiatan ekstrim tersebut.


Ketika ia tanpa ragu membuka empat aplikasi editing sekaligus, mulai dari Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe Premiere Pro hingga Adobe Audition. Aku cukup kewalahan. Ditambah operasi menyelamnya di Internet melalui Google, semakin membuat RAM yang kumiliki cukup bekerja keras.


Bukan aku tidak sanggup, tetapi aku merasa tidak bisa memberikan kualitas yang optimal. Bagaimana tidak, ia mulai berkarya sejak jam kerja berakhir. Mencari ide konten di Google, meramunya menjadi sebuah artikel dan menyusun sebuah script untuk kebutuhan narasi di video. Hanya saja semenjak layarku sering sekali mati mendadak, Panji dengan berat hati harus mengurangi berbagai macam kegiatan itu.


Kini fokusnya pada penggunaan Adobe Photoshop saja dan sesekali didukung oleh Adobe Illustrator. Tujuannya untuk menghindari ketidakpastian akan kekuatan monitorku. Jika aku menjadi Panji, mungkin akan sama kesalnya ketika sedang asik membuat konten, lalu laptop mati mendadak dan file data belum tersimpan. Ini pernah terjadi dan Panji harus membuat ulang berita yang telah ia kerjakan di notepad.


Tega rasanya, karena aku telah membuang-buang waktunya untuk membuat ulang artikel yang hampir selesai. Jika kalian bandingkan, aku lebih percaya diri ketika pertama kali meluncur ke pasar. Ketangguhanku sudah terbukti dan terjamin kualitasnya. Namun semakin berkembangnya teknologi, saat ini beragam perangkat baru pun telah disisipkan ke dalam laptop. Tujuannya? Iya untuk meningkatkan performa lebih baik, gahar dan kuat.


Bisa berhubungan dengan RAM, kualitas layar yang memukau, ruang penyimpanan menggunakan SSD dengan ukuran besar, VGA yang mumpuni untuk melibas game berat dan masih banyak lagi. Pertanyaan besarnya, apa laptop yang bisa menjawab semua kebutuhan tersebut?


Apa laptop yang memiliki layar detail, akurasi warna yang bagus, kontras sama brightness cakep, enak dipandang lama-lama, fast respon dan tidak lemot? Kurang lebih pertanyaanku ini senada dengan yang diutarakan oleh wanita muda dalam video clip Fiersa Besari. Di mana menanyakan hal terkait spesifikasi laptop yang telah kusebutkan pada lagu Bukan Lagu Laptop Biasa.


Panji Saputro


Panji Saputro


Ketika pandemi Covid-19 menyambangi Indonesia, segala tatanan di dalamnya mulai berubah. Pergesaran pun tidak dapat terelakkan. Semua kegiatan offline, terpaksa harus diubah menggunakan format online. Bekerja di kantor kini lebih banyak beroperasi melalui rumah. Istilah Work From Home (WFH) menjadi populer di kalangan masyarakat. Meeting yang biasa dilakukan bertatap muka, kini harus dilaksanakan secara virtual.


Ini membuat kekhawatiranku semakin bertambah. Aktivitas Panji menatap diriku semakin meningkat. Sudah kusampaikan sebelumnya, usiaku tidak lagi muda, kualitas yang kumiliki memang cukup mumpuni, tetapi belum bisa memberikan kenyamanan baginya. Kenyamanan apa yang kumaksud?


Kenyamanan ketika menatapku lebih lama, kenyamanan ketika melakukan proses editing foto atau video. Aku terlahir bukan untuk memberikan keunggulan seperti itu. Maaf, aku lupa memberikan informasi terkait diriku.


Aku merupakan Laptop ASUS A456U, ditenagai oleh prosesor Intel Core i5 Generasi 7 dan kekuatan RAM bawaan sebesar 4GB. Meri sendiri di ambil dari tampilanku yang berwarna merah dan berani menggambarkan ketangguhanku dalam melibas perangkat lunak editing foto dan video yang cukup berat.


Tak luput ruang penyimpanan HDD yang lapang hingga 500GB. Lalu didukung  VGA Nvidia Geforce 930mx, untuk memberikan kualitas visual yang cukup baik. Itu terpampang sebagai spesifikasi dasarku, sebelum akhirnya Panji mulai meningkatkannya. Ia berinisiatif menambah jumlah RAM menjadi 8GB dan ruang penyimpanan berubah SSD sebesar 250GB. Tujuannya untuk mendobrak performa.


Namun hal yang tidak diketahuinya, sebenarnya aku juga memiliki masalah lain dengan layarku. Kerap aku merasakan hal aneh yang bisa mengindikasikannya kepada pemadaman monitor. Panji belum mengetahuinya, hingga ia mengalaminya sendiri. Sebenarnya sudah lama ingin kusampaikan, tetapi bagaimana cara mengungkapkannya? Aku hanya sebuah laptop, tidak lebih dan mana mungkin aku bisa berbicara. Iya kan?


Oleh sebab itu, butuh perubahan besar yang wajib dilakukan. Dengan apa? Menggantikan keberadaanku, dengan mereka yang lebih baru dan memiliki performa jauh melebihiku. Memang berat harus berpisah dengan pemilikku yang sudah menganggapku sebagai sahabat sejatinya. Tetapi ini harus dilakukan, demi kehidupannya yang lebih berwarna dan bahagia.


Kabar baiknya, aku mengenal salah satu keluarga baruku, yang bisa menjadi pilihan tepat menggantikan posisi ini. Laptop kali ini mampu memberikan peranan penting, untuk kebahagiaan pemilikku. Laptop ini dapat menjawab semua pertanyaanku mengenai layar detail, akurasi warna bagus, kontras dan brightness cakep, enak dipandang lama-lama dan fast respon serta tidak lemot.


Panji Saputro


Panji Saputro

Aku masih ingat betul, ketika Panji bertanya kepada salah satu temannya yang berprofesi sebagai fulltime blogger. Melalui pesan digital di Whatsapp, ia menyampaikan dilema yang terpendam dalam dirinya mengenai statusnya sebagai seorang blogger.


"Menurut mas, blogger itu apa dan bagaimana? Karena aku merasa bahwa diriku ini masih belum pantas disebut demikian," ujar Panji mengirim pesan kepada seorang teman, sebutan saja Dilan (nama disamarkan).


"Emang kenapa nji?" jawab Dilan.


"Iya mas, aku merasa jadi seorang blogger itu harus bisa menguasai elemen-elemen penting di dalamnya. Di mana hal itu bisa menunjang kualitas dari blog yang digarap."


"Menurutku nji, kalau kamu sudah menggunakan salah satu platform blogging yang tersedia di internet, kemudian membuat konten di situ, maka kamu sudah dikatakan sebagai seorang blogger," tegas Dilan.


Jawaban itu sebenarnya sangat sederhana, tetapi ternyata sangat bermakna bagi Panji. Bahkan menurutku, pemilikku tercinta ini bukan hanya sebagai seorang blogger semata. Tetapi sepertinya tidak salah jika kukatakan ia adalah content creator. Bagaimana tidak? Dari rentetan kegiatannya mencari materi untuk artikel dan video, ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam hingga berhari-hari membuatnya.


Sepertinya tidak berlebihan, bila aku ingin nantinya penggantiku memiliki performa yang menunjang padatnya aktivitas sebagai seorang content creator. Karena laptop ini tidak dapat disamakan dengan laptop yang hanya digunakan untuk kegiatan mengetik dan menonton film saja.


Kenapa? Karena sebuah laptop untuk para content creator terletak pada layarnya. Hal terpenting ketika Panji ingin mengedit foto atau video, dibutuhkan keakuratan warna dan visual terbaik tanpa efek blur. Kecanggihan tersebut dapat membuat kesehatan mata lebih terjamin. Sehingga aku tidak perlu khawatir bila Panji menatap layar laptop terlalu lama.


Pilihanku sendiri jatuh kepada ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513. Banyak keunggulan yang ditawarkan oleh laptop ini. Setidaknya berdasarkan informasi yang kudapatkan, ada beragam alasan mengapa ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 menjadi perangkat wajib bagi content creator.


Kendalanya Panji, masih berupaya dalam mengumpulkan pundi-pundi uang, agar dapat membeli senjata baru. Di mana bisa menunjang segala aktivitasnya dalam membuat konten di blog, media sosial atau video di Youtube. Akhirnya waktu WFH, dimanfaatkannya dengan baik ketika beberapa pekerjaan selesai.


Ia mulai mencari informasi terkait lomba-lomba blog, content placement atau job untuk blogger lainnya. Meskipun ia mengetahui betul, para senior blog pasti memiliki kesempatan menang lebih besar saat mengikuti lomba, namun Panji tetap yakin dengan apa yang dibuatnya.


Ia kerap menjadikan para senior yang berpengalaman di lomba blog, sebagai motivasinya untuk bersaing secara sehat dan berkualitas. Sekaligus mengukur kemampuan menulisnya. Karena selama ini, sebelum ada tujuan mengganti laptop baru, Panji hanya menulis biasa tanpa ada referensi yang ingin dicapai.


Panji Saputro


ASUS OLED


Memicingkan dan mengucek-ucek mata, sering sekali aku melihat Panji melakukannya. Ketika ide blog tiba-tiba muncul, lalu mulai mengetik, ia pun tenggelam meramu dan lupa memikirkan kesehatan tubuh, terlebih khusus kedua matanya.


Aku tahu ini sangat tidak baik, tetapi bagaimana cara aku menyampaikan informasi penting tersebut? Tidak mungkin dong, aku memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk memberikan sedikit waktu agar dapat berbicara. Kemudian dengan percaya diri mengingatkan tentang kesehatannya.


Bukankah itu malah akan membuatnya lari terbirit-birit? Hmm tetapi sepertinya patut dicoba. Tidak-tidak, mari fokus kembali kepada ceritaku.


Awalnya memang sempat bingung pilihan yang tepat untuk menggantikanku. Setelah menggunakan kekuatan super yang kumiliki, aku pun diam-diam memproses setiap data teknologi ketika ia membuka mesin pencarian Google.


Lalu sampailah aku pada ASUS dengan teknologi anyar, yakni layar OLED. Berbeda dengan monitor laptop lainnya, ASUS OLED tidak hanya sekedar menawarkan kualitas visual terbaik saja. Ia akan memanjakan Panji dengan tampilan luar biasa yang disuguhkan, beserta menjaga kesehatan mata. Itu menjadi kemampuan yang belum aku miliki hingga saat ini.


Ditambah laptop modern ini, sudah ditenagai oleh prosesor Intel®️ Core™️ i5 generasi ke-11 terbaru (Tiger Lake). Menghadirkan keseimbangan performa dan responsivitas dalam platform berdaya rendah, yang dibuat berdasarkan teknologi proses 10nm generasi ketiga.


Keahlian yang dimiliki ASUS OLED sejalan dengan jalan ninja Panji. Di mana membutuhkan kekuatan laptop yang sangat bertenaga, dapat menemaninya dalam aktivitas berat secara bersamaan. Belum lagi, digadang-gadang bahwa laptop ini memang disuguhkan bagi para content creator. Karena ASUS OLED dapat menampilkan warna yang sangat kaya serta akurat. Bisa menjadikan hidup Panji lebih berwarna.


Cocok sekali sebagai penggantiku untuk menemani Panji dalam mengoperasikan aplikasi editing foto dan video. Sehingga membuatnya memiliki tampilan serupa, antara warna di dalam aplikasi dengan warna pada desain sesungguhnya ketika dicetak nanti. Mungkin untuk detail mengenai keunggulannya akan aku paparkan secara singkat, padat dan edukatif. Semoga juga bisa menjadi referensi bagi para pembaca ceritaku. Pelan-pelan ya bacanya.


1. Warna Lebih Kaya dan Akurat


Sebagai content creator, Panji sangat menikmati waktunya dalam mengedit foto dan video. Ia bisa menghabiskan hingga berjam-jam lamanya ketika sudah mulai masuk kepada proses editing. Oleh sebab itu, keunggulan yang dimiliki jajaran ASUS OLED sangat mendukung kegiatan tersebut. Laptop ini diciptakan untuk para profesional yang membutuhkan layar dengan tingkat reproduksi warna tinggi dan akurat. Di mana sesuai dengan standar industri perfilman.


Asal kalian tahu, bahwa laptop ini bisa memproduksi hingga 100% warna pada color space DCI-P3 atau setara 133% warna pada color space sRGB. Sehingga warna yang disuguhkan sangat detail dibandingkan milikku. Aku juga semakin yakin, ketika mengetahui ASUS OLED telah mendapatkan sertifikasi PANTONE Validated Display. Mengartikan bahwa warna yang diusung setiap jajarannya telah teruji dan tervalidasi secara global keakuratannya.


2. Lebih Aman Untuk Kesehatan Mata


Sebagai laptop yang telah mengenal lama sepak terjang Panji, aku sangat fokus pada kesehatan matanya. Paparan radiasi pada laptop biasa sepertiku, merupakan penyebab utama kelelahan pada mata, bahkan dapat mengganggu kesehatan dalam jangka panjang. Sedangkan ASUS OLED memiliki fitur Eye Care, di mana dapat mengurangi tingkat paparan radiasi sinar biru hingga 70%.


Nah, kelemahan laptop biasa ketika mengurangi itensitas sinar biru, maka menyebabkan tingkat reproduksi warna biru ikut menurun. Inilah kelebihan yang dimiliki oleh para saudaraku, mereka bisa mempertahankan kualitas reproduksi dan akurasi warna. Jadi tidak takut dengan tingkat warna yang dikurangi.


3. Tampilan Jernih Meski Tingkat Kecerahan Rendah


Aku sering merasa, ketika cahaya pada layarku sangat terang, Panji dengan sigap mengurangi ketidaknyamanan tersebut. Tetapi buruknya, aku tidak bisa memberikan kualitas warna yang baik ketika ia sedang mengedit gambar. Kemampuanku belum dapat menembus redupnya layar untuk memberikan warna lebih akurat.


Tetapi setelah aku menelusurinya, ASUS OLED ini dapat reproduksi warna sangat tinggi pada rentang cahaya yang lebih luas. Hal ini dikarenakan 3D color gamut menambah faktor iluminasi untuk mengukur volume warna secara keseluruhan. Lalu membuatnya memiliki persentase hingga 60% lebih besar daripada laptop pada umumnya. Seperti diketahui, bahwa biasanya laptop hanya mampu memroduksi warna hanya 11% saja. Tetapi tidak berlaku bagi ASUS OLED yang bisa dengan jelas, kaya serta akurat menyajikannya.


4. Detail Warna dan Visual Terbaik


Aku sebenarnya tidak terlalu lawas, dari segi performa berani bersaing dengan laptop seangkatanku. Tetapi bila berbicara terkait layar, aku harus mundur secara perlahan lalu balik kanan bubar jalan. Apalagi jika dibandingkan dengan ASUS OLED yang sudah menyisipkan jutaan lampu LED berukuran kecil di dalamnya.


Setiap LED dapat dimatikan sepenuhnya, untuk menghasilkan warna hitam sempurna. Bahkan jika kalian belum mengetahuinya, rasio kontras yang dimiliki mencapai 1.000.000:1. Jadi para pengguna dapat menikmati setiap detail warna dengan sangat jelas.


Untuk  menunjukkan keperkasaannya terhadap layar, tidak hanya mendapatkan PANTONE Validated Display, tetapi juga DisplayHDR 500 True Black dari VESA. Bagi yang belum mengerti, akan aku sampaikan secara singkat, di mana artinya pengguna juga dapat menikmati beragam konten multimedia, yang ditawarkan dengan format HDR secara sempurna. Iya, kalian tidak salah membacanya, secara sempurna.


5. Visual Lebih Jelas Tanpa Efek Blur


Nah, pernahkah kalian melihat sebuah efek blur ketika meyaksikan visual cepat pada film? Terserah, film apapun yang pernah ditonton. Jika pernah, maka fitur ASUS OLED dengan response time sangat kencang, yakni hingga 0,2ms atau 50 kali lebih kencang dari layar laptop pada umumnya.


Oleh sebab itu, aku ingin Panji bisa menikmati berbagai macam film keren baik dari Marvel, DC atau apapun tanpa diganggu oleh efek blur tersebut. Sehingga pemilik tersayangku ini, tidak akan melewatkan berbagai detail dari film yang ditonton. Ini juga bisa menjadi referensi editing baginya ketika merombak dan menyusun sebuah video.

Panji Saputro


ASUS OLED


Setelah secara diam-diam menelusuri luasnya informasi di Google, aku pun singgah dan jatuh hati kepada ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513. Rasa cinta ini cukup positif menurutku. Berharap ia bisa menjadi penggantiku, dalam perjalanan panjang menemani seluruh kegiatan kreatif yang Panji lakukan.


Ingat, sudah tertulis secara gamblang, betapa ekstrim aktivitas menciptakan konten yang Panji kerjakan. Kepercayaan dirinya melakukan multitasking dalam satu waktu, membuka Google, Microsoft Office, Adobe Photoshop, Illustrator, Premiere Pro dan Audition membutuhkan teman baru yang cukup powerfull untuk melibas semua perangkat lunak itu tanpa eror.


Menurutku, semua itu dapat terwujud jika Panji bersama, berkolaborasi dan bersinergi dengan ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513. Kecakapannya dalam hal kekuatan dan kenyamanan sangat terbukti dari spesifikasi yang diberikan. Ditambah tak luput perhatiannya  mengenai kesehatan mata bagi pengguna.


Jadi aku tidak perlu khawatir, ketika Panji harus menatap layar laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 berjam-jam, mulai dari mengedit foto, memilah vector di Illustrator, merekam audio di Adobe Audition hingga cutting setiap footage di Premiere Pro, yang kemudian menggabungkannya menjadi sebuah satu video yang cukup bagus menurutku.


"Memang apa sih kelebihan Laptop ini, sehingga pemilikmu harus memilikinya?" tanya netizen.


Baik aku akan mencoba mengungkapkannya secara jelas. Semoga hal ini juga bisa menjadi informasi tambahan, sebelum akhirnya kalian memutuskan untuk memboyong ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513. Sekarang mari duduk yang rapi, jangan lupa siapkan air mineral, karena kekurangan asupan air tidak baik bagi kesehatan tubuh. Maaf jadi ngelantur, oke mari disimak dengan seksama.

Panji Saputro


ASUS OLED


Karena masuk dalam jajaran laptop ASUS OLED, maka sudah dipastikan ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 pun memiliki beragam keunggulan layar yang telah tersemat di dalamnya. Jika penasaran, kalian bisa membaca kembali 5 keunggulan ASUS OLED di atas. Ditambah, sudut pandang dari monitor sebesar 15,5 inch sangat lapang untuk melakoni beberapa kegiatan menghibur diri, bekerja dan berkarya.


Layaknya sebuah smartphone super canggih, laptop ini juga disisipkan sebuah sistem keamanan sidik jari. Didikung oleh Windows 10, nantinya Panji dapat menikmati fitur bernama Windows Hello. Sehingga membuat pemilikku tersebut dapat masuk lebih cepat dan aman, tanpa ribet ketika lupa kata sandi.


Tidak hanya memberikan warna yang akurat, tetapi juga menjaga kesehatan mata seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya. Radiasi cahaya biru yang terlalu mencolok, dapat ditekan menjadi lebih rendah. Mengapa pengurangan radiasi cahaya biru perlu diperhatikan?


Alasan utamanya ialah itu merupakan penyebab utama kelelahan dan kerusakan mata, ketika menggunakan laptop. Sebenarnya ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 setelah menelusurinya, laptop ini tidak hanya dapat dipakai untuk proses kreatif yang Panji lakukan. Tetapi termasuk sangat cocok menemani waktu WFH  dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).


Pertanyaan besarnya mengapa cocok? Pertama, telah dilengkapi teknologi AI Noise Cancelling untuk meredam suara bising yang ada disekitar. Kedua, sudah memakai Wi-Fi 6 di mana membuat kecepatan internet lebih kencang dan stabil. Termasuk Wi-Fi Smart Connect, memberikan kebebasan bagi sistem memilih dan terkoneksi dengan router yang memiliki sinyal paling kuat secara otomatis.


Hasilnya apa? Tentunya kegiatan WFH dan PJJ pun tidak hanya menjadi lebih mudah, tetapi juga menyenangkan serta menyehatkan.


1. Performa Super Kencang


Siapa sih yang tidak ingin memiliki Laptop dengan performa super kencang? Aku saja sebagai Laptop kesayangan Panji saat ini, mengharapakan ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 menjadi penggantiku. Mari menguraikan performa yang dimiliki saudaraku ini.


Ia ditenagai prosesor Intel®️ Core™️ i5 generasi ke-11 (Tiger Lake), yang menghadirkan keseimbangan performa dan responsivitas dalam platform berdaya rendah, di mana dibuat berdasarkan teknologi proses 10nm generasi ketiga. Tentunya hal tersebut membuat perasaanku jauh lebih tenang. Karena Panji nantinya dapat multitasking, baik dalam bekerja, pembuatan konten dan produktivitas lainnya menjadi lebih nyaman. Karena performa ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 yang luar biasa.


Untuk mendobrak daya tempurnya dalam menyajikan kecepatan super kencang, saudaraku ini menyematkan RAM DDR4 sebesar 4GB, yang mana dapat di tingkatkan hingga maksimal 8 GB. Besarnya memori yang ditawarkannya, membuat kinerja semakin ngebut dalam melibas segala perangkat lunak untuk kegiatan 3B yaitu Belajar, Bekerja dan Berkarya.

ASUS OLED


Tidak ada lagi keluhan eror atau segala macamnya yang dapat menghambat proses 3B. Perlu diingat dan digaris bawahi, bahwa semakin tinggi RAM, maka semakin lancar pula laptop tersebut. Terlebih kerja sama amat baik antara prosesor dan tempat penyimpanan yang dihadirkan.


Seperti yang dibawa oleh ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513, ia dibekali penyimpanan PCIe Solid State Drive (SSD). Ruang penyimpanan modern ini, mengusung kecepatan baca dan tulis jauh lebih cepat bila dibandingkan Hard Disk Drive (HDD). Keuntungannya, ketika Panji membuka beberapa aplikasi, tidak akan memakan waktu loading yang lama.


Kenapa performanya super kencang? Karena ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 merupakan salah satu laptop, di mana telah dilengkapi dengan ASUS Intelligent Performance Technology (AIPT). Apa itu? Teknologi yang dapat mendongkrak performa hingga 40%  lebih cepat dan menahan daya lebih rendah.


Jangankan menonton film atau membuka Google Chrome, perangkat lunak editing foto dan video yang tergolong berat, dapat diproses dengan cepat tanpa kendala. Bahkan semua dapat dilakukan bersamaan tanpa takut eror. Cara mengaktifkan teknologi tersebut sangat mudah. Hanya perlu menekan kombinasi tombol Fn dan F.

ASUS OLED


ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 juga disokong oleh Intel®️ Iris®️ Xe graphics, untuk memberikan kualitas visual lebih memukau. Dengan teknologi ini, Panji lebih nyaman dalam mengkreasikan konten serta gaming tentunya. Beberapa permainan Multipayer Online Battle Arena (MOBA) versi PC dan Battle Royale atau First Person Shooter (FPS) lainnya, dapat dimainkan dengan lebih asik.


Kapan lagi bisa mendapatkan pengalaman baru dan menarik, dari laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 yang tipis, ringan dan elegan. Dengan begini, Panji bisa lebih bebas mewujudkan segala kreativitasnya, tanpa takut kendala seperti lemot atau eror lainnya melanda.


Hal yang paling aku suka yaitu kustomisasi di bagian RAM dan ruang penyimpanan. Jika kalian merasa kurang besar memorinya, dapat di upgrade di mana ada satu slot SO-DIMM DDR4. Merasa kurang pula untuk ruang penyimpanannya? Ada opsi menambahkan kapasitas menggunakan 2.5 SATA SSD atau HDD.


2. Sudut Pandang Luas dan Kaya Warna


Berbicara mengenai film, biar aku yang membocorkannya bahwa Panji merupakan salah satu insan ciptaan Tuhan, yang sagat menyukai kegiatan menonton film. Apapun, mulai dari action, komedi, biografi, drama Korea pun ia nikmati. Selain sebagai kegiatan untuk santai, Panji sempat bergumam kepada istri di mana menonton film memiliki banyak manfaat.


Banyak sudut pandang yang bisa diambil, cara berpikir, atau kebutuhan editing video. Seperti yang kalian ketahui bersama, film kerap menyuguhkan rangkaian efek CGI atau transisi super keren dan patut sekali, untuk diimplementasikan pada konten yang kita buat.


Saudaraku ini memiliki bentangan layar cukup lapang, mencapai 15,6 inch dengan display resolution FHD 1920 x 1080. Selain itu, rasio screen-to-body mencapai 85% berkat teknologi NanoEdge Display. Layar OLED yang tersemat, bisa memproduksi hingga 100% warna pada color space DCI-P3 atau setara 133% warna pada color space sRGB.

ASUS OLED


Artinya apa? Hal ini membuat warnanya sangat detail dibandingkan milikku. Ditambah telah mendapatkan sertifikasi PANTONE Validated Display. Maksudnya warna yang diusung telah teruji dan tervalidasi secara global keakuratannya.


Jadi bila melihat gambar atau video, warna yang ditampilkan sangat memukau. Karena lebih tajam dan sangat akurat. Jika penasaran, aku bisa menyisipkan contohnya berikut. Agar kalian lebih percaya dan tidak menganggap diriku hanya membual saja.

ASUS OLED


Bagaimana? Kualitasnya sungguh berbeda jauh ya. Panji kalau memakai ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513, pasti bisa dengan nyaman memilah warna yang baik untuk desain yang dibuat. Mata sangat dimanjakan dengan warna super akuratnya. Belum lagi, bila mengingat teknologi di dalamnya yang bisa mengurangi 70% cahaya biru.


Iya, cahaya biru ini sangat tidak baik untuk kesehatan mata dan menggangu kualitas tidur kita. Oleh sebab itu, aku akan mempercayakan ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 untuk menggantikanku, karena meskipun radiasi cahaya biru berkurang, sama sekali tidak mempengaruhi akurasi warna yang diberikan. Jadi tidak hanya foto ikan cupang saja, tapi rentetan foto yang akan Panji edit bisa memberikan kualitas visual sangat memukai. Duuuh, semakin jatuh hati aku.


Nonton film pun nyaman karena memiliki viewing angle hingga 178 derajat, edit foto dan video juga asik, jadi kurang apalagi? Semoga pemilikku bisa segera bertemu denganmu ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 dalam waktu dekat ini. Agar kesehatan matanya tetap terjaga saat bekerja, berkarya maupun menonton film.


Inilah alasan mengapa aku ingin Panji menikmati hidup lebih berwarna dan bahagia, dengan beragam warna ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513. Juga termasuk akurasinya yang luar biasa.


3. Simpel dan Elegan


Bisa dikatakan, aku merupakan benda miliknya yang sangat mengetahui apa yang diinginkan Panji. Ia merupakan tipe orang minimalis, tida suka yang terlalu ramai. Kalaupun ramai, setidaknya penempatannya disusun secara rapi. Itu yang dia mau.


Makanya, kehadiran ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 sangat cocok menurutku dengan kepribadian tersebut. Lihat saja tampilan simpel dan super elegan yang dibawanya ke masyarakat. Tidak aneh-aneh, tidak ribet, sederhana namun tetap terlihat mewah.


Dari informasi yang kudapatkan dari penelusuran di Google, bagian belakang berasal dari metal dan jika kulihat dari gambar yang tertera di situs resmi ASUS, terdapat tulisan ASUS VivoBook yang diukir dengan rapih. Simpel kan? Tetapi tekan keren. Itulah mengapa Panji harus menggunakannya, aku sangat yakin pasti ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihat tampilan ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513.

ASUS OLED


ASUS sendiri menyajikan tiga varian, yaitu Transparent Silver, Indie Black dan Hearty Gold. Pilihan warna ini sangat masuk akal menurutku, mengingat desain tampilan super simpel dan elegan yang disajikan. Bahkan untuk warna pink, terlihat soft, adem dan tidak norak sama sekali.


Kerennya lagi, ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 tuh tipis dan ringan banget. Bayangkan saja, dengan desainnya yang sangat modern, memiliki bobot 1,7 kg dan ketebalan hanya 17,9 mm. Aku yakin Panji bisa bekerja di mana pun, karena cukup ringan jika harus dibawa kerja dan berkarya sambil bepindah-pindah tempat.


Oke tambahan informasi lagi, ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 punya port dan koneksi cukup lengkap. Aku coba sebutkan satu-satu ya. Pertama, ada port HDMI di sisi kanan, lalu USB 3.2 Type-A, diikuti USB Type-C, jack audio 3,5 mm dan juga microSD reader. Itu baru sisi kanan. Kalau sebelah kiri terdapat dua USB 2.0 Type-A. Untuk konektivitas nirkabel, ada Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.0 beserta lampu indikator, untuk informasi pengisian daya baterai. Ini lengkap banget sih menurutku.


Desain tampilan oke, layar lebar banget, tidak norak dan elegan pastinya. Pokoknya aku semakin yakin bahwa ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513, menjadi laptop yang pantas menggantikan keberadaanku.


4. Tahan Lama


Lalu bagaimana dengan ketahanan baterainya? ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 disematkan baterai 42Whrs, yang digunakan untuk bertahan sekitar enam jam. Itu jika kalian menikmatinya dalam kegiatan browsing, menonton video di Youtube, memutar musik maupun aktivitas populer saat ini, yaitu zoom meeting.

ASUS OLED


Jika baterai habis, Panji nanti tidak perlu menunggu lama hingga terisi penuh kembali. Karena ia cukup menunggu kurang lebih sekitar 70 menit saja. Jadi kegiatan bekerja, berkarya atau bermain game bisa kembali dilakukan secepatnya tanpa menunggu lama.


Pasti malas sekali kan harus menunggu daya baterai terisi penuh, padahal kita ingin buru-buru menggunakannya. Jadi kalau butuh laptop dengan pengisian daya super cepat dan ketahanan baterai cukup lama, jawabannya apa? Yap benar sekali.


ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513

Panji Saputro


ASUS OLED


Setelah berupaya menyelam di dunia maya, aku akhirnya bisa menemukan penggantiku dan yakin ia dapat berjuang bersama Panji. Seperti yang aku lakukan saat ini. Aku yakin sekali dengan ketangguhannya, perhatiannya, ketahanannya.


Tangguh karena dibekali prosesor Intel®️ Core™️ i5 generasi ke-11 dan RAM DDR4 hingga 8GB. Perhatian karena memiliki layar berkualitas, dengan teknologi mengurangi 70% cahaya biru yang dapat merusak kesehatan mata. Akurasi warna pun tidak main-main. Terasa nyata dan tajam. Lalu ketahanan yang dimaksud, dapat beropersi selama enam jam dan didukung pengisian daya super cepat, hanya butuh waktu 70 menit saja.


Seperti yang kita tahu, Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Semenjak pandemi Covid-19 menyambangi Tanah Air kita tercinta, segala aktivitas mulai berubah tatanannya, mulai dari bekerja, sekolah dan kegiatan hiburan lainnya. Oleh sebab itu, sudah menjadi hal yang wajar kita membutuhkan alat tempur yang berkualitas untuk menemani beragam kegiatan tersebut.


Seperti Panji yang butuh laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513 untuk menemani bekerja, meeting online dan berkarya dalam membuat konten. Lalu juga anak-anak sekolah di luar sana, yang membutuhkan kendaraan kuat dalam proses belajar online atau PJJ. Hingga hiburan seperti menonton film, konser musik online dan masih banyak lagi.


Perlu menjadi catatan bahwa laptop ini dilengkapi dengan Windows 10 Home, sistem operasi terbaru. Termasuk Office Home dan Student 2019. Maksudnya, para pengguna secara otomatis sudah dapat menikmati Word, Excel dan Power Point yang dijamin 100% asli. Jadi tidak perlu tuh repot-repot kalian install sendiri. Karena sudah tersedia secara gratis. 


Mungkin aku lancang, harus meminta saudaraku ini menggantikan peran pentingku. Hanya saja, sepertinya ini harus dilakukan. Semua demi kebaikan Panji. Aku berharap, ketika nanti waktunya telah tiba, Panji bisa lebih produktif lagi dengan segala kemampuan hebat yang dimiliki saudaraku, ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513.


Hai ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513, semoga dirimu cepat bertemu pemilikku. Semoga suara hatiku ini tersampaikan dengan baik hingga kepada Panji.


Akhir kata, aku Meri, aku ingin Panji memiliki kehidupan lebih berwarna dan bahagia dengan ASUS VivoBook Ultra 15 OLED K513.


Untuk informasi lebih lanjut terkait jajaran Laptop ASUS OLED, bisa klik tautan berikut: Laptop ASUS OLED


Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search