Minggu, 11 September 2022

Semua Sudah Serba Mahal

Semua Sudah Serba Mahal

Panji Saputro


Beberapa hari lalu, saya dan istri, berupaya untuk mengisi kulkas kami yang sudah kosong. Ritual yang biasa kami lakukan ialah dengan membeli beberapa bahan makanan atau sekedar cemilan.


Sebagai keluarga yang cinta hemat, moto kami saat berbelanja, sudah pasti mending yang murah, mending yang diskon, mending ini, dan mending itu. Biasanya target utama kami mengarah kepada sesuatu yang memang sangat dibutuhkan.


Sebelum berangkat ke supermarket, saya dan istri membuat daftar terlebih dahulu, barang apa yang nantinya akan dibeli. Ini cukup efektif, untuk menjadi pengingat ketika kami ingin membeli barang yang tidak diperlukan.


Misi pertama mengacu kepada alat-alat mandi dan bahan-bahan untuk memasak. Setelah dua kategori tersebut sudah dipoleh, maka kami baru beranjak kepada makan ringan dan beberapa minuman ceria.


Namun sepanjang berkeliling supermarket, saya cukup terkejut dengan nominal angka yang disematkan pada price card. Seingat saya, harga-harga dari barang ini, tidak semahal itu.


Jika dulu, uang Rp100 ribu sudah bisa memperoleh banyak item ketika berbelanja. Namun saat ini, hanya mendapatkan beberapa saja.


Ambil contoh kala saya dan istri mengambil sampo. Harga dari perlengkapan mandi tersebut sudah setengah dari uang Rp100 ribu. Belum lagi sabun mandi dan lain sebagainya.


Lalu untuk cemilan seperti biskuit atau ciki-cikian dan minuman ceria juga tergolong cukup mahal. Harga biskuit saja, berkisar antara Rp7 ribu hingga Rp10 ribu. Mari kita anggap biskuitnya senilai Rp10 ribu, kemudian dengan uang Rp100 ribu, kami hanya bisa memperoleh 10 barang saja.


Jika dibandingkan dengan pekerjaan sebelumnya, saat ini bila melihat penghasilan bulanan dari kantor tentu ada peningkatan. Tapi sayangnya, semakin ke sini malah semakin ke sana. Maksudnya barang-barang sudah serba mahal.


Kalau sekarang saja sudah serba mahal, bagaimana beberapa tahun ke depan ya. Jangan-jangan nominal uang tertinggi Rp100 ribu sudah tidak bisa membendung kemahalan yang nantinya hadir. Mari kita lihat saja.

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search